Kamis, 21 Januari 2016

CARA PENGELOLAHAN\PEMBUATN TELUR ASIN. SMA 1 KALIWIRO

        CARA PENGELOLAHAN\PEMBUATN
                            TELUR ASIN


NAMA KELOMPOK :  - AHMAD NUR
                                      -BUDI ARIYANTO
                                      -RENO
                                      -LUQMAN HKIM




CARA PEMBUATAN TELUR ASIN

Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golonganunggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewanamfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses denganfarian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks

Cara pembuatan telur asin saja.
2. Bahan- BahanPada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :
*.Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
*.Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
*.Garam dapur ½ kg
*.Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
*.Air bersih secukupnyaN/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi.
3.Alat- AlatAlat yang dibutuhkan:
*.Ember plastic
*.Kuali tanah atau panic
*.Kompor atau alat pemanas
*.Alat pengaduk
*.Stoples atau alat penyimpan telur
4.Cara PembuatanUntuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benar- benar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :
a.Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
b.Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkanc.Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbukad.Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garame.Tambahkan sedikit air ke dalam adonan  kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta .Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mmg.Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbukah.Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)i.Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.Sumber: frutiti.multiply.comSetelah dilakukan uji coba terhadap konsep pembuatan telur asin ini, ternyata banyak dampak positif yang sangat membangun pengetahuan masyarakat sekitar, dan lebih lagi antusiasme masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui proses pembuatan telur asin ini sangat tinggi, dan dari lima Ibu- ibu yang menjadi anggota tetap pelatihan yang penulis laksanakan ternyata banyak yang berkeinginan mengikutinya, setelah mereka mendengar dan melihat hasil dari proses pelatihan yang penulis laksanakan.Keadaan ini menjadi suatu semangat tersendiri bagi penulis agar kedepannya dapat melaksanakan pelatihan- pelatihan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan peluang home industri yang sangat menjajikan ini.







PENUTUPA.
Kesimpulan Proses peralihan kebudayaan masyarakat yang homogen menjadi heterogen (majemuk), berdampak sangat signifikan terhadap pola pikir dan pandangan masyarakat dalam menyikapinya. Dengan memberikan modal keterampilan dan keahlian diharapkan masyarakat dapat lebih bersaing secara sehat dalam menyikapi perkembangan zaman ini. Berbagai macam pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus yang di sediakan pemerintah belum mampu mencakup secara keseluruhan masyarakat yang ada di tanah air tercinta ini. Maka oleh sebab itu, alangkah baik jika pihak swasta atau para pengusaha memiliki perhatian lebih terhadap peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan menfasilitasi masyarakat dengan pelatihan - pelatihan atau kursus- kursus keterampilan yang dapat dijadikan modal bagi masyarakat dalam usaha menyediakan peluang usahabagi dirinya sendiri, yang diharapkan nantinya hal ini dapat menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia dan tentunya juga dapat meningkatkan taraf hidupnya untuk menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.B. SaranSetelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asinyang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif.Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nyakepada kita semua. Amin.
Lampiran.Gambar. 1. Telur yang baru dibuka dari bungkusannya setelah dibalut oleh adonan abu gosok dan garam.Gambar.
2. Ibu- ibu sedang membersihkan telur denga menggunakan air bersih, setelah dibuka dari bungkusan yang dibalut dengan adonan abu gosok dan garam
 3. Telur yang telah dibersihkan dan dimasukkan kedalam dandang untuk menjalani proses perebusan selama kurang lebih 60 Menit untuk mendapatkanhasil yang maksimal.
4. Telur asin yang sudah jadi dan memiliki kualitas yang sangat baik karena warna kuning telurnya agak kemerahan dan berminyak.

SEKIAN DARI KAMI, SELAMAT MENCOBA.............................


NAMA KELOMPOK :  - AHMAD NUR
                                      -BUDI ARIYANTO
                                      -RENO
                                      -LUQMAN HKIM




CARA PEMBUATAN TELUR ASIN

Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golonganunggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewanamfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses denganfarian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks

Cara pembuatan telur asin saja.
2. Bahan- BahanPada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :
*.Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
*.Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
*.Garam dapur ½ kg
*.Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
*.Air bersih secukupnyaN/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi.
3.Alat- AlatAlat yang dibutuhkan:
*.Ember plastic
*.Kuali tanah atau panic
*.Kompor atau alat pemanas
*.Alat pengaduk
*.Stoples atau alat penyimpan telur
4.Cara PembuatanUntuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benar- benar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :
a.Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
b.Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkanc.Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbukad.Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garame.Tambahkan sedikit air ke dalam adonan  kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta .Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mmg.Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbukah.Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)i.Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.Sumber: frutiti.multiply.comSetelah dilakukan uji coba terhadap konsep pembuatan telur asin ini, ternyata banyak dampak positif yang sangat membangun pengetahuan masyarakat sekitar, dan lebih lagi antusiasme masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui proses pembuatan telur asin ini sangat tinggi, dan dari lima Ibu- ibu yang menjadi anggota tetap pelatihan yang penulis laksanakan ternyata banyak yang berkeinginan mengikutinya, setelah mereka mendengar dan melihat hasil dari proses pelatihan yang penulis laksanakan.Keadaan ini menjadi suatu semangat tersendiri bagi penulis agar kedepannya dapat melaksanakan pelatihan- pelatihan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan peluang home industri yang sangat menjajikan ini.







PENUTUPA.
Kesimpulan Proses peralihan kebudayaan masyarakat yang homogen menjadi heterogen (majemuk), berdampak sangat signifikan terhadap pola pikir dan pandangan masyarakat dalam menyikapinya. Dengan memberikan modal keterampilan dan keahlian diharapkan masyarakat dapat lebih bersaing secara sehat dalam menyikapi perkembangan zaman ini. Berbagai macam pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus yang di sediakan pemerintah belum mampu mencakup secara keseluruhan masyarakat yang ada di tanah air tercinta ini. Maka oleh sebab itu, alangkah baik jika pihak swasta atau para pengusaha memiliki perhatian lebih terhadap peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan menfasilitasi masyarakat dengan pelatihan - pelatihan atau kursus- kursus keterampilan yang dapat dijadikan modal bagi masyarakat dalam usaha menyediakan peluang usahabagi dirinya sendiri, yang diharapkan nantinya hal ini dapat menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia dan tentunya juga dapat meningkatkan taraf hidupnya untuk menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.B. SaranSetelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asinyang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif.Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nyakepada kita semua. Amin.
Lampiran.Gambar. 1. Telur yang baru dibuka dari bungkusannya setelah dibalut oleh adonan abu gosok dan garam.Gambar.
2. Ibu- ibu sedang membersihkan telur denga menggunakan air bersih, setelah dibuka dari bungkusan yang dibalut dengan adonan abu gosok dan garam
 3. Telur yang telah dibersihkan dan dimasukkan kedalam dandang untuk menjalani proses perebusan selama kurang lebih 60 Menit untuk mendapatkanhasil yang maksimal.
4. Telur asin yang sudah jadi dan memiliki kualitas yang sangat baik karena warna kuning telurnya agak kemerahan dan berminyak.


SEKIAN DARI KAMI, SELAMAT MENCOBA.............................

Tidak ada komentar: