Tampilkan postingan dengan label RCOBAAN INGENHOUSZTujuan :• Untuk membuktikan adanya gas oksigen sebagai hasil proses fotosintesis.• Untuk mengetahui pengaruh suhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RCOBAAN INGENHOUSZTujuan :• Untuk membuktikan adanya gas oksigen sebagai hasil proses fotosintesis.• Untuk mengetahui pengaruh suhu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2016

BAHAYA SEKS BEBAS

Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Artinya setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah sebagai sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).Hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan disebut seks bebas (free sex). Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan terjadinya seks bebas. Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu.
Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1.    93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2.    62,7% remaja SMP sudah tidak perawan
3.    21,2% remaja SMA pernah aborsi
Survey Perkumpulan Keluarga Berencana (100 remaja SMP & SMA Di Samarinda) 56% Pelajar sudah berhubungan seks. Bahkan ada yang terang terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks.
Survey Synovate Research                                                                                                                                                   
1.  44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun.
2.  16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun.
3.  Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%)
Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1.     32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2.     21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3.     97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.
Dari survey di atas dapat dikatakan bahwa seks bebas bukanlah lagi hal yang tabu dikalangan remaja saat ini. Maraknya seks bebas di kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa jika seorang siswi masih perawan maka akan tergolong siswi yang “nggak gaul” dan terkucilkan dalam pergaulan anak zaman sekarang.
B.  Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Seks Bebas
Seks bebas pada umumnya dilakukan oleh para remaja. Faktor-faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks di luar nikah, adalah :
Karena mispersepsi terhadap makna pacaran yang menganggap bahwa hubungan seks adalah bentuk penyaluran kasih sayang.
Karena kehidupan iman yang rapuh. Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun.
Kematangan biologis yang tidak disertai dengan kemampuan mengendalikan diri cenderung berakibat Negatif, yakni terjadi hubungan seksual pranikah dimasa pacaran. Sebaliknya kematangan biologis yang disertai dengan kemampuan mengendalikan diri akan membawa kebahagian remaja dimasa depannya sebab ia tidak akan melakukan hubungan seksual pranikah.
Faktor lain yang menyebabkan orang melakukan seks bebas:
-Kurangnya pemahaman individu akan ajaran agamanya secara benar dan mendalam
-Kurangnya perhatian orangtua
-Merasa bukan anak gaul, dengan pernah melakukan seks dianggap ”Gaul”
-Cueknya masyarakat akan situasi linkungan
-Pendidikan tentang seks bagi remaja yang belum tertata secara benar
-Terlupakannya intisari adat budaya luhur bangsa sebagai katalisator dalam pergaulan akibat
B.Penyakit – penyakit Akibat Seks Bebas.
1.Gonorrhea
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Infeksi ini dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah berhubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.
      Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi yang bisa menyebabkan kemandulan apabila tidak segera diobati. Sedangkan pada pria penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria dan buang air kecil terasa sakitt.
2.Herpes
Herpes zoster adalah radang kulit akut yang bersifat khas seperti gerombolan vesikel unilateral, sesuai dengan dermatomanya (persyarafannya). Herpes zoster adalah sutau infeksi yang dialami oleh seseorang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap varicella (misalnya seseorang yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air). Herpes ini  dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan. Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini. Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair. Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang. Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering. Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes karena lecet terjadi di dalam vagina.
3.Jamur
Disebabkan oleh jamur yang dapat menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat. Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal.
4.Syphilis
Syphilis adalah penyakit infeksi yang serius oleh bakteri Treponema pallidum dengan perjalanan penyakit yang kronis, adanya remisi dan dapat menyerang organ dalam tubuh terutama system kardiovaskular, otak dan susunan saraf. Penyakit syphilis disebut juga Mal de naples, morbus gallicus, lues venereal (Prat), disease of the isle of espanole (Dias), Spanish of French disease, Italian or Neopolitan disease atau raja singa. Penderita penyakit ini, luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit dan luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain.
5.Vaginistis
Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya. cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyaman. Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea atau jamur dan Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina. Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop.
6.Bisul Alat Kelamin
Dapat disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV). Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix.
7.Kutu Kelamin
Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
8.Kutu di Bawah Kulit
Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit. Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh. Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh. Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut.
9.HIV/AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) 
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan timbulnya AIDS. Virus HIV ditemukan dalam cairan tubuh terutama pada darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya
sistim kekebalan tubuh. Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah. Dapat menyebabkan kematian setelah sepuluh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan walaupun sifatnya hanya memperlambat penyebaran virusnya. Disebarkan melalui hubungan intim seperti berciuman mulut dan melakukan seks  dan hubungan dengan lendir penderita dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan. Janganlah menjerumuskan diri sendiri kedalam lembah yang sangat merugikan diri kita, gunakanlah masa hidupmu dengan baik, isilah dengan kegiatan yang positif dan bisa berguna bagi orang lain tentu ini sangat membanggakan diri kita sendiri


MAKALAH SOSIOLOGI ""MASALAH KONFLIK''

  PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
            belakangan ini di berbagai pemberitaan media massa marak mengangkat tentang konflik dan kekerasan. Sumber berita dalam kasus konflik ini sangat beragam. Mulai darikonflik internasional, konflik horizontal, konflik yang bersifat politis, hingga persoalan yang bersifat domestik, semuanya menjadi bahan pemberitaan yang           mampu menyedot perhatian masyarakat.Jika dilihat dari perspektif positivistik, media massa memberitakan tentang berbagai peristiwa konflik sebagai kegiatan yang bersifat bebas nilai. Suatu peristiwa konflik terjadi dimasyarakat maka sudah tugas media untuk mengangkat fakta tersebut ke dalam pemberitaan.Media hanya bekerja sebagai pelapor bahwa dalam kenyataan riil di dalam masyarakat marak terjadinya peristiwakonflik.
Dalam sudut pandang ini, fenomena pemberitaan konflik     yang banyak terjadi didalam masyarakat merupakan sebuah indikator bahwa masyarakat kita memang sangat akrab dengan konflik dan juga kekerasan. Peran media adalah untuk menyoroti peristiwa dankemudian mengangkatnya ke publik. Maka, jika dalam berita media massa banyak dipaparkan tentang berbagai macam konflik dalam masyarakat, maka hal ini berjalan lurusdengan kondisi nyata di dalam masyarakat itu sendiri. Konflik merupakan ekpresi pertikaian antara individu dengan individu lain,kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaianmenunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat,dan dialami (Pace & Faules, 1994). Mengingat bahwa masyarakat pada dasarnya terdiri darisekumpulan individu dan kelompok, maka keberadaan konflik di dalam masyarakatmerupakan sebuah hal yang bersifat potensial. Persoalannya sejauh mana potensi konflik tadi berujung kepada peristiwa konflik yang bersifat eksplisit.Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisankehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat dari pada berbangkitnya
 keadaan ketidak setujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan. Potensi konflik semacam ini terutama lebih mudah terpicu jika yangmenjadi perbedaan merupakan hal yang bersifat politis.Dalam sebuah negara yang tingkat kedewasaan politiknya masih rendah, perbedaankepentingan dan artikulasi politik menjadi rawan konflik. Masyarakat belum terbiasamenghargai perbedaan dan keberagaman pandangan politik dan sebaliknya tingkat toleransiterhadap perbedaan tadi masih sangat rendah. Maka minimnya toleransi ini yang padanantinya sebagai pemicu berbagai peristiwa konflik yang terjadi di dalam masyarakat.Kebanyakan konflik merupakan suatu hal yang termasuk layak berita. MenurutIshwara (2007) konflik fisik seperti perang atau perkelahian memiliki nilai berita karena biasanya ada kerugian dan korban. Kekerasan itu sendiri mampu memicu emosi bagikhalayaknya ataupun bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Perang, pembunuhan,kekerasan, biasanya mendapatkan tempat di halaman pertama dalam sebuah pemberitaan.Selain konflik fisik ini, debat-debat (konflik) yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak juga mendapatkan tempat yang penting dalam pemberitaan.Jurnalisme konvensional menjadikan konflik sebagai tumpuan nilai berita. Seluruhfakta sosial yang dilihat dari perspektif konflik, memiliki nilai tinggi dalam standar kelayakan berita. 

B.Cara-cara Pemecahan konflik
Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan “akomodasi”. Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Bentuk-bentuk akomodasi :
1. Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.
2. Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.
3. Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.
4. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya : Panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemeapai kestabilan n Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari-hari libur, dan lain-lain.
5. Stalemate, yaitu; keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin.
6. Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Adapun cara-cara yang lain untuk memecahkan konflik adalah :
1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, yang diungkapkan dengan ucapan antara lain : kami mengalah, kami keluar, dan sebagainya.
2. Subjugation atau domination, yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar untuk dapat memaksa orang atau pihak lain menaatinya. Sudah barang tentu cara ini bukan suatu cara pemecahan yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat.Contohnya adalah
3. Majority rule, yaitu suara terbanyak yang ditentukan melalui voting untuk mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh kelompok minoritas. Kelompok minoritas sama sekali tidak merasa dikalahkan dan sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelompok mayoritas.
5. Kompromi, yaitu jalan tengah yang dicapai oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik.
6. Integrasi, yaitu mendiskusikan, menelaah, dan mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.